Sebuah Cerita Dari Rumah Dinas

Sebuah cerita dari rumah dinas


Pagi tadi dapat info dari ponakan yang mulai cerewet akhir akhir ini kepadaku. Diberitau akan ada boyongan barang barang dari rumah dinas bapaknya ke tempatku di gubuk dibilangan Jakarta Timur yang hampir tak terawat setelah kosong dalam waktu yang cukup lama.

Ya Pak de kami mulai menyisihkan waktunya buat mengepaki barang barang dari rumah dinasnya karena sebentar lagi akan memasuki pensiun.

Heboh ya pasti heboh dengan banyaknya barang tersebut ketambahan nggak punya rumah di Jakarta suatu kendala besar pastinya.

Untung ada gubuk kosongku yang lama tak terawat setelah ditinggalkanku sementara waktu. Akhirnya tumplek blek jadi satu disitu menurut ponakanku.

Rumah dinas Pakde memang nyaman dan beberapa waktu lalu memang aku sempat tinggal juga disitu tapi lama kelamaan nggak enak juga karena ngerasa merepotkan.

Apalagi Pak de kami orang yang sangat idealis bagi dia mobil dinas saja selain dia nggak boleh siapapun pakai hehehe
Makasih Mas Gatot dan Mas Samsul yang suka kucing kucingan dulu mengantarku.

Bicara masalah mobil bahkan dia sampai akhir masa dinasnya hanya punya satu mobil tua yaitu VW ya mobil itu,jadi jangan dibayangkan mobil mewah yo.

Cukup banyak kenangan di rumah itu mulai dari yang jaga ataupun mbok e yang asisten rumah tangga yang selalu masak serba santan masa masaku disitu dulu.

Untuk saat ini Pak de harus siap untuk meninggalkan rumah tersebut karena sebentar lagi usai sudah pengabdian sebagai abdi negara,wes tuwek okehno ibadah. Hehehehe

Dan semoga nggak post power syndrome yaa hihihi udah cukup melihara ayam dan kalau bisa menanam kaya biasanya di gubug baru nanti.

Apalagi ketambahan ponakan satu lagi yang baru turun dari Megamendung pasti tambah rame gubug yang lama telah kosong itu nanti oleh guyonan mereka.

Di gubug milik sendiri pasti lebih enak dinikmati daripada harus berlama lama di rumah dinas menurutku dan ternyata walau masih MPP Pak de sudah punya pikiran untuk pindah.

Semoga pada betah di gubug "derita" yang sudah lama menjadi sarang puluhan demit.

Selamat Datang..






Artikel Terkait

Sebuah Cerita Dari Rumah Dinas
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email